Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

MISI MASA DEPAN

Misi Masa depan. Setelah cobaan berakhir, setelah masa lalu yang sempat singgah sebentar berlalu, Aksara dan Barata semakin yakin dengan komitmen mereka. Kini mereka sedang asik mempersiapkan misi masa depan. Dan tidak butuh waktu yang lama juga buat mereka, memperkenalkan kepada keluarga masing-masing.  Laskar dan Pak Abimanyu menerima Barata dengan baik. Begitu juga dengan keluarga Barata. Diam-diam, Laskar juga memberi tahu tentang Barata kepada Ibu mereka. Laskar tahu, Aksara sudah jarang menghubungi ibunya. Tapi bagaimanapun juga, Ibu tetaplah ibu Aksara dan juga Laskar. Malam itu ada makan malam sederhana yang diadakan Laskar. Makan malam yang diadakan untuk mengumumkan pertunangannya dengan Julia serta pertunangan Aksara dan Barata. "Oh ya, kata ibuk calon-calon kita cakep sama cantik loh.." seru Laskar saat mencoba membakar sate di halaman rumah mereka. Aksara yang sedang sibuk memotong kue langsung berhenti. "Kapan abang kasih tahu ibu?...

MENGHENTIKAN JEDA

Julian sudah tidak punya kesempatan lagi untuk menjelaskan apa-apa pada Aksara. Pada akhirnya pun dia juga tidak memiliki kesempatan kedua. Dia sudah kalah dan memang harus mengalah. Membiarkan Aksara lari dengan pilihannya adalah jalan terbaik untuk Julian, setidaknya dia bisa melihat Aksara benar-benar bahagia. Sementara itu Nala dan Laskar dibuat panik dengan tingkah Aksara. Tapi mereka kemudian sadar bahwa Aksara sedang menyelesaikan permasalahan perasaannya dengan Barata. "Gue panik sih tadi, makanya gue langsung nelpon lu.." "Hmm... pada akhirnya lu baru sadar kalau ini masalah perasaan?" "Lu masih mendam rasa sama adek gue? lu cemburu atau marah?" "Enggak sih, cuma lu kalau panik melebihi nyokap gue tauu!" Nala memukul pundak Laskar mencoba mencairkan suasana kembali. Laskar menghela napas panjang," lihat aja ntar tuh anak kalau balik.." "Apa? lu bakal ngerusak mood bahagia adik lu? Tega bener....

TITIK TEMU

"Lu dimana Kar?" Nala menghubungi Laskar di mobil setelah keluar dari kantor. "Ini baru nyampe rumah. Napa? Mau mampir lu?" "Enggak, hari ini ada orang gak ke rumah lu? Mbak-mbak gitu.." "Hmm.. enggak kayanya, eh bentar tapi si bibi lagi bukain pintu.." Laskar melangkah kembali keluar. " Oke, nt ar kabarin gue. Kaya knya ada yang gak beres sam a adek lu.." ** Seharian penuh Aksara ditemani Julian. Menemui satu per satu klien sesuai jadwalnya. Ini bukan permintaan Aksara, tapi keinginan Julian sendiri dengan dalih akan menjelaskan kembali tentang kesalahannya di masa lalu. "Masih ada pertemuan lagi hari ini? Lu masih kuat gak naik motor? apa mau diganti sama mobil?" Julian menawarkan dengan sumringah. Aksara segera mengambil helm yang menggantung di spion Julian. Dia memakainya dengan cepat," Udah yuk, cepet kita kelarin tentang penjelasan lu.." Julian tidak bisa membalas lagi melihat waj...

SIASAT UNTUK KEMBALI

Setiap orang kadang punya kesempatan kedua dalam sebuah kondisi. Sederhananya, setiap orang punya waktu untuk kembali atau mengulang semua momen. Tapi tidak semua orang pula mau mengakui bahwa mereka butuh kesempatan kedua atau butuh waktu untuk kembali. Mereka yang kembali itu kadang mereka yang berbuat salah atau pernah khilaf, ingin kembali untuk memperbaiki keadaan atau memulai kisah yang baru. Entahlah.. Tapi Julian melakukan itu. Dia sedang menyusun siasat untuk kembali pada Aksara. Lama dia memikirkan cara untuk kembali atau memulihkan kondisi. Dia mengaku salah, tapi tidak mengaku bahwa butuh kesempatan kedua. Dia pun mulai dengan siasatnya tanpa Aksara sadari. ** "Barata, kamu di mana?"  "Ada apa?" "Lagi ngurusin proyek baru.." "Lagi sama Aksara gak?" "Ngapain lo nanya Aksara?" "Aku mau ngikutin permintaan kamu. Aku bakal nemuin Aksara.." ujar Farah. Sebelumnya Barata memang me...

SURAT DARI BARATA

Untuk Aksaraku... Semga kamu dalam keadaan bahagia ketika membuka surat dari aku, Beh. Sebenarnya aku tidak tahu harus dari mana memulai surat ini. Banyak hal yang ingin disampaikan, ingin dijelaskan tapi kamu terlalu sibuk atau bahkan marah sama aku. Tapi aku juga tidak bisa menduga apakah kamu cemburu dengan masa laluku? Aku berharap iya, katanya kalau cemburu pertanda cinta. Dan semoga kamu cinta aku. Hubungan kita memang belum genap setahun. Pendekatan yang kita jalani juga singkat, instan dan tidak banyak basa-basi. Aku kira kita punya cara berhubungan yang unik dan beda. Dan aku suka itu, aku suka kamu dan cara kamu yang membuat aku makin lama, makin jatuh hati. Benar katamu, kamu memang tidak cantik dan manis, tapi kamu punya sesuatu yang membuat aku slalu melihat kamu cantik, manis dan tentunya baik. Kamu boleh berpikir jika ini surat gombalan untuk meminta maaf, terserah! tapi ini adalah apa yang benar ingin aku ceritakan. Aksara.  Untuk beberapa waktu...

UCAPAN RINDU

Pertemuan Pak Abimanyu dan kedua anaknya menjadi momen yang sangat membahagiakan. Wiryo sang asisten, tidak lupa untuk mengabadikan momen mereka bermain bersama, bercengkrama atau saling tertawa. Wiryo bukan hanya sekedar asisten untuk Abimanyu, tapi juga menjadi tempat curhatannya. "Gimana gambarnya bagus gak?" tanya pak Abimanyu sambil mengecek kamera Wiryo "Bagus pak, tenang saja. Saya kan sudah tahu gimana gaya andalan bapak.. begini kan?" Wiryo mengacungkan jempolnya dengan mantap. Laskar mulai luluh dengan ayahnya, perlahan-lahan rasa kesalnya mulai hilang. Seharusnya Laskar tidak marah pada Pak Abimanyu, dia tahu apa yang sebenarnya terjadi. Perceraian antara bapak dan ibunya bukan karena kesalahan sang ayah, tapi ketidaksetiaan sang ibulah penyebabnya. Mungkin suatu hari nanti Aksara akan benar-benar tahu apa penyebabnya. "Nah, sekarang giliran saya sama jagoan saya nih Wir! Ayo cepet fotoin keburu ngambek nih.." sorak pak Abimanyu...