MISI MASA DEPAN

Misi Masa depan.

Setelah cobaan berakhir, setelah masa lalu yang sempat singgah sebentar berlalu, Aksara dan Barata semakin yakin dengan komitmen mereka. Kini mereka sedang asik mempersiapkan misi masa depan. Dan tidak butuh waktu yang lama juga buat mereka, memperkenalkan kepada keluarga masing-masing. 

Laskar dan Pak Abimanyu menerima Barata dengan baik. Begitu juga dengan keluarga Barata. Diam-diam, Laskar juga memberi tahu tentang Barata kepada Ibu mereka. Laskar tahu, Aksara sudah jarang menghubungi ibunya. Tapi bagaimanapun juga, Ibu tetaplah ibu Aksara dan juga Laskar.

Malam itu ada makan malam sederhana yang diadakan Laskar. Makan malam yang diadakan untuk mengumumkan pertunangannya dengan Julia serta pertunangan Aksara dan Barata.

"Oh ya, kata ibuk calon-calon kita cakep sama cantik loh.." seru Laskar saat mencoba membakar sate di halaman rumah mereka.

Aksara yang sedang sibuk memotong kue langsung berhenti. "Kapan abang kasih tahu ibu?"

"Baru tadi, hei Bar kapan-kapan lu harus bawa adek gue ketemu ibunya ya!"

Barata mengangguk dengan senyuman, Aksara hanya bisa terdiam.

Pak Abimanyu mendekati Aksara,"Ayah tahu kamu kesal sama ibuk, tapi kan kamu mau melanjutkan hidup masa depan, nah.. kamu harus bisa juga berdamai dengan masa lalu, termasuk ibuk. Ingat Sar, sekhilaf apapun ibuk, beliau tetap ibuk kamu, di masa lalu atau pun masa depan.."

Aksara mengangguk dan membalas rangkulan ayahnya.

Malam itu menjadi sebuah puncak kebebasan dan kebahagian. Tidak hanya keluarga Laskar dan Aksara yang berkumpul, juga ada keluarga Barata, Keluarga Julia, Nala dan teman-teman kantor mereka. Bagi Aksara ini awal kebahagiaannya, dia tidak akan melepaskannya, harus terus mempertahankannya dari sekarang sampai akhir bersama Barata.


***

"Iya kayaknya lebih baik Abang kamu aja nikah dulu..."

"Aku juga pikir gitu, kita kan harus mikirin ini itu dulu. Tabungan aku juga belum cukup buat kebutuhan kita.."

"Iya kita bisa nyusul, sehari atau dua hari setelahnya lah.."

Aksara memukul pundak Barata. 

"Itu sih bukan nyusul, mepetin tahu!"

"Lu gak mau nikah apa?"

"Iya mau, tapi kan...."

Barata segera memotong ucapan Aksara, " oke, kita mikirin misi dulu aja deh.."

Aksara mengangguk dan memutar-mutar bola matanya. 

"Apa rencana lu setelah ini? Mau tetap kerja sama Nala?"

"Untuk sementara iya.. Kenapa?"

"Ah enggak! Terus?"

"Pengen S2, tapi bisa sih ntar aja. Kalau lu?"

"Gue cuma punya satu misi aja.. mudah-mudahan terkabul.."

"Apa-apa?"


Seolah mendukung akhir hubungan Barata dan Aksara yang bahagia, rembulan bersinar dengan terang di taman kota. Di tengah-tengah dua sejoli yang benar di mabuk cinta. Genggaman tangan Barata semakin kuat, dia menatap Aksara dengan dalam. Senyum malu-malu mereka saling bergantian menafsirkan ekspresi mereka.

"Misi gue, misi gue... membangun keluarga kecil yang bahagia bersama lu..."

Aksara tersenyum lebar dan tertawa. Ini momen romantis pertama yang pernah dia temui. Aksara berbahagia, didukung bulan yang semakin merekah dan bintang-bintang yang ikut berkilauan. 


Mereka berseru bersama, menembus hening malam," Selamat datang masa depan, aku bersamamu....!"





Komentar

Postingan populer dari blog ini

RUANG BICARA

JULIAN

PUBLIKASI